Dramaa Sangkuriang


DIALOG DRAMA Sangkuriang :
Pemain:            Sangkuriang    :                                   Jin :
Dayang Sumbi :                                  Ki Ageng :
Bibi :

Ribuan tahun yg lalu, sangkuriang tumbuh menjadi anak yg rajin dan pandai,namun ia tdk tahu bahwa tumang adalah ayah kandungnya. Suatu hari ia ditemani tumang pergi ke hutan berburu rusa untuk ibunya,dayang sumbi. Karna, seharian tdk mendapat buruan sangkuriang kesal dgn tumang dan tidak sengaja anak panahnya melesat tepat ke kepala tumang. Tumang pun tewas seketika.
            S : hei, tumang! Mengapa dari td kau diam saja? Ayo cari rusanya! Hei ! (anak panah melesat)
  “Oh tidak, aku telah membunuhnya . bagaimana ini? Ah..bgini saja, akan kuambil hati dari si tumang lalu kuberikan hatinya ke ibu.”
Sampai di pondok, ia memberikan hati itu ke ibunya u/ diolah menjadi makanan. Namun. Tb2 dayang sumbi teringat akan sesuatu..
            S: bu, ini hati yg telah aku buru di hutan tadi. Jgn lupa u/ dimasak ya bu.
D:  terima kasih ya anakku, Hm..oh iya, sangkuriang dimana tumang? Bukankah dia dari td bersama mu? (cemas)
S: I..i…iya, begini..Maaf bu, aku telah membunuhnya. Hati yg ibu makan adalah hati si Tumang. Karna selagi di hutan kami tdk mendptkan hasil buruan.
D: APA?!! Tidak seharusnya kau melakukan itu Sangkuriang! Kau benar2 tega sekali ! anak durhaka! Pergi sana! PERGI. (memukul kepala sangkuriang) dan tak usah kembali lagi.
S: Baiklah, kalau begitu bu, aku akan pergi sekarang juga.
Sambil memegang kepala yg sakit, ia berlari ke hutan dan akhirnya jatuh pingsan lalu ditemukan o/ Ki Ageng  di tengah hutan. Dan ia pun tdk ingat apa2 lagi
            S: Awh..sakit sekali.eh kakek siapa? Aku ada dimana? Awh.. (sambil memegang kepala)
K: Tenanglah anak muda! Nama kakek Ki Ageng ,kakek adalah seorg pertapa disini. Kakek menemukanmu di tengah hutan saat pingsan. Kamu skrng berada di gua tempat kakek bertapa. Tenanglah!
S: Ba..baik kek. Terima kasih (ditolong o/ kakek,dimasukan kedlm gua)
Disana ia diajari banyak hal o/ sang kakek. Dan beberapa thn kemudian ia tumbuh berganti nama menjadi Jaka. Ia pria yg tampan dan sakti mandraguna.
S: Kek, sekarang aku sdh beranjak dewasa. Terima kasih ya kek, karna telah mengajariku bnyk hal.
            K: Ya, Jaka. Sama-sama. Jaka, kamu mau pergi kemana?
S: begini kek, aku penasaran dgn asal usul diriku. Boleh tidak aku pergi berkelana untuk mencari tahu siapa diriku yg sebenarnya?
            K : Baiklah, tapi berhati2 lah Jaka.
            S : Iya, terima kasih kek.
Jaka pun menyusuri hutan, di tengah hutan ia melihat sebuah pondok dan tepat disaat itu ia sedang kehausan. Dan bertemu dengan wanita cantik jelita.
            S : Permisi, apakah ada org disini? Boleh aku minta air ini? Aku haus sekali. Permisi?
            D : Iyaa ,tentu saja. Tapi siapakah dirimu?
            S : Terimakasih, Oh..namaku Jaka. Siapa namamu? Ehm..kau cantik sekali..
            D: Haha, tidak. Namaku Dayang sumbi.
            S: Namanya sesuai dengan orangnya. Indah dipandang
            D: terimakasih Jaka, kau darimana dan mau kemana?
S: aku dari suatu tmpt yg jarang org kunjungi. Aku ingin mencari asal usul diriku. Dan sekarang aku sangat lelah.
D: oh, kau lelah? Mengapa tdk tinggal di pondokku u/ beberapa hari saja? Hanya ada aku dan bibiku disini.
            S: boleh? Baiklah, terima kasih ya dayang sumbi.
Hari silih berganti, Merekapun saling jatuh cinta dan bersepakat untuk menikah. Besoknya, saat Jaka ingin pergi berburu,sebelum berangkat Dayang merapikan ikat kain(topi) di kepala Jaka. Namun, dayang menemukan sesuatu yg ganjil.
            D: Jakaa, sebelum kau berburu. Biar ku rapikan ikat kepalamu ya?
            S:  Oh ya, baiklah.
D: (dalam hati berkata: Bekas luka ini, mirip dengan bekas luka dikepala anakku sangkuriang, tapi apakah benar dia anakku?sebaiknya langsung kutanyakan sja). Hm, kenapa ada bekas luka dikepalamu Jaka?
S: aku tidak tahu kenapa, yg pasti hatiku hanya untukmu seorang dayang sumbi. Kau harus menikah denganku.
            D: Ah, jwbnnya ku tunda dulu ya, ini hrs ku pikirkan matang2. Tidak apa2 kan Jaka?
            S: Yasudahlah kalau begitu, aku berangkat berburu dulu ya.
D: yaa, hati-hati ya Jaka.(beberapa menit kemudian) Yaampun, bagaimana ini? Aku harus menikah dgn anakku sendiri..Mm..bagaimana kalu begini, akan kuajukan 2syarat ke Jaka. Kalau dia bisa memenuhinya dia jadi suamiku, tapi kalau tidak dia gagal menikah dgn ku. Ya, begitusaja.
Di malam hari, dayang sumbi mengajukan 2syarat tadi ke Jaka. Lalu, Jaka segera pergi u/ meyanggupi permintaan dayang sumbi tsb.
            D: Jaka, jika kamu bersikeras ingin menikah dgnku. Kamu hrs memenuhi 2syarat ini
            S; apa syaratnya? Katakanlah!
D: Kamu hrs membuatkan aku sebuah danau dan perahu. Tp danau dan perahu itu hrs selesai sblm matahari terbit di ufuk timur. Sanggup kah kamu?
            S: Baiklah Dayang sumbi. Aku menyanggupi perintahmu.
Setelah itu, Jaka/Sangkuriang pun pergi u/ menyelesaikan tgsnya dan meminta bala bantuan kpd para makhluk halus.
            S: Hei para jin! Bantu aku menyelesaikan 2permintaan dari calon istri ku!
            J: Huahahahaha! (tertawa) apa permintaannya? Kami siap membantu. Hahaha.
S: ya! mulai dari menggali tanah untuk danau dan buatkan perahu. Itu semua sebelum matahari terbit di ufuk timur!
            J: ya ya! Gampang itu. Huahahaha
*Saat tengah malam, bibi dari dayang sumbi mengintai pekerjaan Jaka alias
 Sangkuriang. Ia pun terkejut karna pekerjaannya hampir selesai.
B: Oh tidak! Yaampun, 2permintaan dayang sumbi hampir dikabulkan. Ah, aku harus bilang ke dayang!(Sambil berlari) dayang, gawat! Sebentar lagi mereka selesai, dayang!
            D: tidak mungkin. Lalu apa rencanamu?
            B: begini saja, kita minta ikut sertakan masyarakat agar fajar cepat dtg.
            D: tapi, Bagaimana caranya??(beberapa menit kemudian)
B: jadi, kita minta bantuan ke setiap warga u/ menumbuk padi dan menggelar kain sutra berwarna merah agar terlihat seperti cahaya matahari saat shubuh. Bagaimana?
D: ide bagus! Ayo!
(semua warga membantu dayang sumbi, ada yg menumbuk padi, menggelar kain sutera merah dan terdengar suara ayam berkokok tanda pagi hari datang.)
*kukuruyuuukk..petokpetok*
            D: Sangkuriang!!  kau telah gagal dalam menyelesaikan tugasmu! Kita batal menikah.
            S: Apa?! Aah..tidaaaak!! tidak mungkin! (menendang perahu).
Demikian legenda sangkuriang yg berasal dari jawa barat. Akhirnya, Dayang sumbi melarikan diri ke daerah Gunung Putri dan berubah menjadi bunga jaksi. Lalu, Sangkuriang pun menghilang ke alam gaib di dalam gua.  

 By: F.N.R


Popular posts from this blog

canyoufeelme?

OURS ~